Jumat, 29 Juni 2012
Pengaruh Teknologi Terhadap Budaya Organisasi
Budaya Informasi
Budaya informasi adalah mencakup perilaku dan kecenderungan seseorang dalam menggunakan dan memanfaatkan informasi untuk membantu seseorang maupun menyelesaikan pekerjaannya. Informasi yang digunakan merupakan transformasi dari data-data yang dihasilkan berdasarkan fakta. Data tersebut dikomunikasikan dan disebarluaskan kepada orang lain yang kemudian menjadi informasi. Informasi yang diterima oleh orang lain akan menjadi pengetahuan yang nantinya akan bermanfaat baginya untuk mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu.
Menurut Koentjaraningrat (2001:72) yang dimaksud dengan budaya adalah,"Keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar".
Dari paparan di atas dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan budaya merupakan segala tindakan dan aktivitas yang dilakukan manusia yang menjadi aktivitas rutin yang selalu dikerjakan manusia untuk mencapai tujuan tertentu.Sedangkan definisi informasi itu sendiri harus dipahami dari karakteristik data dari sebuah peristiwa yang selanjutnya diteruskan menjadi pengetahuan. Informasi dapat disediakan sebagai data yang maknanya mudah dimengerti sehingga membantu dalam konteks penggunaannya.Ada beberapa pendapat yang menyatakan tentang definisi informasi yang di antaranya dikemukakan oleh Hasugian (2009:91) yaitu, "Informasi adalah susunan data dalam bentuk yang mudah dipahami dan informasi adalah data yang sudah diolah".Stevenson dalam Sulistyo-Basuki (2006:16) menyatakan bahwa "Informasi sebagai kata benda bermakna pengetahuan yang diberikan pada seseorang dalam bentuk yang dapat dipahami oleh orang lain".
Ada juga definisi mengenai informasi yang dikemukan oleh Davis dalam Kadir (2003: 28) bahwa, "Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang". Tidak jauh berbeda dengan pendapat di atas informasi juga dapat dideskripsikan sebagai kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima (Kristanto, 2003: 6).
Tujuan Budaya Informasi
Budaya informasi memiliki arti dan tujuan yang jelas untuk membantu setiap individu ataupun organisasi untuk pengambilan kebijakan strategis dan implementasi perubahan. Suroso (1998:43) menjelaskan tujuan informasi ke dalam empat tantangan sebagai berikut:
1. Mereka harus memperlakukan informasi dan pengetahuan sebagai aset yang yang tampak (visible assets).Padahal selama ini informasi dianggap sebagai aset yang tak tampak (invisible assets).
2. Mereka tidak boleh menganggap bahwa infranstruktur teknologi informasi akan memecahkan masalah ini dalam budaya dan perilaku informasi yang ada. Meskipun, misalnya jaringan komputer dan komunikasi memberikan alat untuk menggunakan informasi dan pengetahuan untuk keunggulan kompetitif, bagaimana dan kenapa karyawan menggunakan informasi tersebut akan menjadi lebih penting.
3. Pekerja berpendidikan tinggi akan lebih bisa menyesuaikan diri terhadap sikap-sikap manajerial yang mempengaruhi bagaimana cara informasi dan pengetahuan digunakan. Mereka akan lebih mudah untuk mengenali perilaku informasi yang merusak atau perilaku informasi yang di luar nilai budaya dan tujuan bisnis perusahaan.
4. Perusahaan yang paling pertama dalam industrinya mengaitkan budaya informasi kepada strategi bisnis dan pasarnya akan mendapatkan keunggulan kompetitif.
Dari paparan pendapat di atas dapat dilihat bahwa tujuan budaya informasi pada dasarnya memberikan dampak positif bagi pelakunya baik perorangan maupun organisasi. Dalam kaitannya pada perusahaan, budaya informasi memberikan kemajuan perusahaan yang lebih baik dalam bantuan untuk pengambilan keputusan strategis. Ada juga pendapat yang mengemukakan tentang tujuan budaya informasi. Salah satunya adalah Wang (2005:213) yang mendeskripsikan tujuan budaya informasi ke dalam empat pertanyaan:
Sumber:https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:mUdc7ey1Mp8J:repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24168/4/Chapter%2520II.pdf+pengertian+budaya+informasi&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEEShY7Q7WiOdrJsnmo9A5zj0Z2w1o-uwE-0XTuE6agv-msxTrwprBm7ZG3Ue-iD2JZzIAG2cxgDaSgTfvBMKZ3klgE7j-MJ7ym9CqZW6uRUp-DLUIzegbyLyqH9Cf0qsUOSVk06k5&sig=AHIEtbT289WQry3SU6QOigeRlyBN7RUkDQ
Pukul:11.02PM 29-juni-2012
Pengertian Tekhnologi Terhadap Kreativitas Individu.
Teknologi dan Informasi sangat berpengaruh terhadap kemudahan dalam melakukan kreativitas. Kreativitas merupakan kunci utama dalam industri kreatif. Pada jaman sekarang ini teknologi dan informasi sudah semakin cepat berkembang seperti internet, komputer, software, peralatan-peralatan lainnya. Namun Teknologi itu bisa memudahkan dan membuat kita menjadi kesulitan tinggal bagaimana kita memanfaatkan dengan bijak. Misalnya untuk menjadi kreatif kita memerlukan internet sebagai sumber informasi yang tidak terbatas. Namun yang jadi masalah kok karena kebanyakan informasi malah membuat kita terbatas dalam berkreasi.
Kembali ke peran teknologi informasi dalam industri kreatif, Teknologi ini tidak hanya berupa alat dan mesin bantu akan tetapi metode, teknik aktivitas dan cara-cara yang dapat mempermudah manusia. Sedangkan informasi merupakan ilmu pengetahuan, berita dan sesuatu data yang bermanfaat untuk tujuan tujuan tertentu. memang teknologi informasi dan Industri kreatif memang tidak bisa dipisahkan. Kerap sekali keterbatasan teknologi menjadi batasan dalam Diharapkan dengan teknologi dan informasi dapat berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas industri kreatif. Misalnya bagi para desainer dan arsitek bisa menggunakan software atau perangkat lunak desain gambar seperti CAD dan Vektor. Bagi industri Iklan dapat menggunakan teknologi untuk melakukan terobosan-terobosan dalam periklanan.
Jika kita berbicara internet, Ada yang menarik yang berhubungan dengan industri Kreatif dan wikinowics, yaitu dengan memanfaatkan kolaborasi global untuk menghasilkan produk dan jasa industri kreatif. Dengan adanya internet, batasan waktu dan lokasi sudah bukan menjadi halangan lagi. Kita bisa membuat sebuah tim proyek desain dengan anggota yang lintas negara. Kita bisa memanfaatkan produk-produk hasil industri kreatif kita untuk memasarkan ke dalam lingkup global lagi. bahkan dapat menciptakan konsumen yang aktif (prosumen) untuk menghasilkan barang sesuai dengan keinginan mereka. Hal ini sudah terbukti untuk pengembangan software-software (salah satu subsektoral industri kreatif) yang bersifat opensource.
Sumber:http://aguswibisono.com/2010/industri-kreatif-indonesia-peran-teknologi-informasi-dan-penciptaan-nilai/
Pukul: 11.20PM/ 29-juni-2012
Senin, 04 Juni 2012
Kelompok Dalam Organisasi
Pelibatan dan partisipasi anggota {individu} dalam organisasi menjadi menjadi lebih penting ketika organisasi tersebut memulai suatu fungsi karena tanpa keterlibatanya kegunaan atau fungsional organisasi tersebut tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
Senin, 30 April 2012
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
- Keputusan Strategis
- Keputusan Taktis
- Keputusan Operasional
- Keputusan terpogram.Keputusan ini berkaitan dengan kebiasaan,aturan,dan prosedur.Dalam hal ini kondisi yang dihadapi semuanya dapat di ketahui dengan pasti.
- Keputusan tidak terprogram.Keputusan tidak terpogram ini adalah keputusan yang tidak mempunyai suatu aturan yang baku,tergantung pada jenis masalahnya.Biasanya,masalah yang membutuhkan keputusan tidak terprogram ini terjadinya tidak dapat di prediksi.
- Keputusan tidak terstruktur.Disebut tidak terstruktur karena tidak diketahui pemecahannya karena ketidak jelasan masalahnya.
Selasa, 27 Maret 2012
Peranan Staff Dalam Organisasi
Pada dasarnya staf dapat dibedakan menjadi dua macam :
STAF PENASIHAT
Dibentuk untuk memberikan saran, bantuan, dan jasa kepada seorang manajer. Staf penasihat juga memberikan saran-saran kepada pimpinan terhadap semua bidang yang menjadi tugas dan tanggung jawab pimpinan. Apabila diperlukan Manajer dapat menunjuk atau mengangkat staf penasihat dalam bidang perencanaan, pengorganisasian, pemberian motivasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan.
Agar saran-saran yang diberikan kepada pimpinan merupakan saran yang sudah matang, obyektif dan telah diuji serta diteliti kebenarannya, maka saran-saran itu harus digarap melalui suatu proses. Proses pemberian saran tersebut melalui kegiatan sebagai berikut :
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan mengadakan penelitian atau riset.
Mengadakan analisis fakta-fakta, informasi-informasi yang diterima.
Mengadakan evaluasi atau penilaian.
Membuat berbagai alternatif atau kemungkinan.
Mengadakan pemilihan dari berbagai kemungkinan yang dianggap paling baik.
Membuat kesimpulan.
Merumuskan saran-saran atau pertimbangan-pertimbangan dalam suatu bentuk tertentu sehingga mudah dan cepat dipahami oleh pimpinan.
STAF PELAYANAN ( Staf Specialis )
Yaitu membantu pimpinan dalam melancarkan tugas-tugas organisasi, dalam memberikan pelayanan untuk seluruh lini dan unsur organisasi. Fungsi utama staf pelayanan adalah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dalam bentuk kegiatan-kegiatan operasional, bukan memberikan saran atau pertimbangan
Sumber artikel di atas:http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekma4333/1.3.htm https://docs.google.com/viewera=v&q=cache:E70qlQqG9wAJ:sman28jkt.sch.id/userfiles/file/STAF.doc+&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESgq3Q28tN9du6naZOeGGeYNlYcsRe-FXCMjeMSg4cVqOlIbm61u6S2dEqVoq1Y358Ymg_Mehs1oEAdJmBbJbaikC95NDjUAcd4Zt56BomaFc3O7KkRhxqh0c6T1YWmp3vDgiNO&sig=AHIEtbRiOMFC3MULyXD_9jHP3qTWBXBvzw
Kekuasaan dan Wewenang
Senin, 09 Januari 2012
kepemimpinan
George R Terry mengemukakan "kepemimpinan adalah keseluruhan aktivitas/tindakan untuk memepengaruhi serta menggiatkan orang-orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan."
Howard W Hoyt "kepemimpinan ialah seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia,kemampuan untuk membingbing orang-orang."
Pfiffner & Presthus mengatakan "kepemimpinan adlah seni untuk mengkoordinasikan dan memberi motivasi kepada individu-individu dan kelompok guna mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
Tipe-Tipe Pemimpin.
A.Pemimpin Pribadi.
Tipe ini ialah suatu tipe dimana seorang pemimpin:
- secara langsung mengadakan hubungan /kontak dengan para bawahannya.
- tidak menghiraukan /memperdulikan jenjang hierarki organisasi.
- menghendaki terwujudnya sentralisasi kekuasaan.
- ingin mencampuri dan mengetahui semua kegiatan organisasi dari tingkat yang paling atas hingga yang paling bawah.
B.Pemimpin Nonpribadi.
Tipe pemimpin nonpribadi ialah suatu tipe dimana seorang pemimpin:
- tidak secara langsung mengadakan hubungan/kontak dengan segenap pegawai/karyawannya.
- dalam menjalankan kepemimpinannya tetap memegang teguh saluran hierarki organisasi.
- pola struktur organisasi dan tata kerja tetap dilaksanak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- setiap pejabat/kepala unit mengetahui secara jelas batas wewenang dan tanggung jawabnya.
- setiap pejabat/kepala unit dilatih untuk bertanggung jawab,berdiri sendiri dan mengembangkan bakat serta kemampuannya.
Tipe otokratis ialah suatu tipe di mana seorang pemimpin:
- menggap organisasi sebagai milik pribadi.
- mengindentifikasi tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
- menganggap bawahan sebagai alat semata-mata.
- tidak mau menerima kritik,saran dan pendapat.
- terlalu bergantung kepada kekuasaan formalnya.
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang diaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristis berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer.Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat:
- dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering di pergunakan.
- dalam menggerakan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya.
- senang kepada formalitas yang berlebih-lebihan.
- menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahannya.
- sukar menerima kritikan dari bawahannya.
- menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern karena:
- dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulya di dunia.
- selalau mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari para bawahannya.
- ia senang menerima saran,pendapat dan bahkan kritik dari bawahannya.
- selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan team work dalam usaha encpai tujuan.
- selalu berusaha untuk menjadiakan bawahannya lebih sukses dari bawahannya.
- berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Hingga sekarang ini para sarjana belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki kharisma,yang diketahui ialah bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenannya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar,meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.
Tambahan:
Seandainya penulis menjadi seorang pemimpin maka saya akan memilih menjadi tipe kepemimpinan yang Demokratis,karena bangsa indonesia adalah bangsa yang terkenal keramahannya dan sopan santun,dan untuk mensejahterakan rakyat nya maka seorang pemimpin harus lebih dekat kepada rakyatnya sehingga taubagaimana keadaan rakyatnya.
sumber: Dasar-Dasar Manajemen
Pengarang: K,Soekarno
Penerbitan: Jakarta,Miswar,1980